Kamis, 15 Juli 2010

Masalah, Variabel dan Paradigma Penelitian Masalah dan Cara Pemecahannya

Masalah, Variabel dan Paradigma Penelitian Masalah dan Cara Pemecahannya
pada dasarnya penelitian itu dilakukan guna mendapatkan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk setiap penelitian yang akan dilakuan selalu berangkat dari masalah (Emory 1985).
Hubungan antara ketetapan memilih masalah dan cara pemecahan ditunjukan pada tabel dibawah ini:

2. Sumber Masalah
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. Stonner mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui bila:
a. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan
b. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan
c. Ada pengaduan
d. Ada kompetisi
3. Rumusan masalah yang Baik
Frankel dan Wallen, mengemukakan bahwa masalah penelitian yang baik adalah:
a. Masalah harus feasible, dalam arti masalah tsb harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga dan waktu
b. Masalah harus jelas, yaitu semua orang memberikan persepsi yang sama terhadap masalah tersebut
c. Masalah harus signifikan, dalam arti jawaban atas masalah itu harus memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia
d. Masalah bersifat etis, yang tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama. Kasus majalah Arswendo, yang menimbulkan masalah di masyarakat.
Tuckman, menambahkan rumusan masalah yang baik adalah yang menyatakan hubungan antara dua variabel atau lebih, dinyatakan dalam kalimat tanya, atau alternatif yang tetapi secara implisit mengandung pertanyaan. Misalnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan apakah ada hubungan antara ……. Dengan ……….
. Bentuk-bentuk Masalah Penelitian
Bentuk-bentuk masalah dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi, yaitu
a. Permasalahan Deskriptif
yaitu permasalahan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.
Contoh rumusan masalah Deskriptif:
. Bentuk-bentuk Masalah Penelitian
Bentuk-bentuk masalah dikembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi, yaitu
a. Permasalahan Deskriptif
yaitu permasalahan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih. Jadi dalam penelitian ini peneliti tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif.
Contoh rumusan masalah Deskriptif:
1) Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Nabilla?
2) Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya Bank Syariah di Kota Tasikmalaya?
3) Bagaimana aplikasi pembiayaan mudharabah di BRS Al Ghifari?


. Permasalahan Komparatif
yaitu suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang bebeda, contoh:
1) Adakah perbedaan produktivitas kerja antara pegawai negeri, BUMN dan swasta? (satu variabel pada tiga sampel)
2) Adakah perbedaan kualitas manajemen antara Bank Syariah dan konvensional?

. Permasalahan Asosiatif
yaitu suatu pertanyaan peneliti yang bersifat hubungan antara dua variabel atau lebih. Terdapat tiga bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal dan interaktif / timbal balik.
1) Hubungan simetris
yaitu suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama, contoh:
a. adakah hubungan antara masyarakat muslim di kota tasikmalaya dengan jumlah nasabah bank syariah Sejahtera?
ini contoh judul penelitiannya: “hubungan antara masyarakat muslim dengan jumlah nasabah bank syariah Sejahtera.
2) Hubungan kausal
yaitu suatu hubungan yang bersifat sebab akibat. Disini ada variabel independen dan variabel dependen, contoh:
a. adakah pengaruh sistem penggajian terhadap prestasi kerja?
b. Seberapa besar pengaruh kepemimpinan manajer terhadap iklim kerja perusahaan?
contoh judul penelitiannya: “pengaruh insentif terhadap disiplin kerja karyawan di Bank Sejahtera”.


) Hubungan Interaktif / timbal balik
Hubungan resiprocal yaitu hubungan yang saling mempengaruhi. Disini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:
a. Hubungan antara motivasi dan prestasi. Disini dapat dinyatakan motivasi mempengaruhi prestasi dan juga prestasi mempengaruhi motivasi
b. hubungan antara kecerdasan dengan kekayaan. Kecerdasan dapat menyebabkan kaya, demikian juga orang yang kaya dapat meningkatkan kecerdasan karena gizi terpenuhi.

B. Variabel Penelitian
Variabel Penelitian yaitu sesuatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya.
Contohnya: tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan, gaji, produktivitas kerja, tinggi, berat badan dll.

Jenis Variabel
Variabel independen
Variabel dependen
Variabel moderator
Variabel Antara

1. Variabel dependen
Sering disebut variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa indonesia sering disebut sebagai terikat variabel terkait. Variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Contoh:
a. Seorang manager merasa prihatin bahwa penjualan sebuah produk yang baru saja diluncurkan setelah dilakukan uji pemasaran tidak memenuhi harapannya.
Variabel terikat disini adalah penjualan, karena penjualan produk dapat bervariasi “bisa tinggi, sedang dan rendah”; penjualan merupakan fokus utama manager.
b. Seorang wakil direktur merasa prihatin bahwa karyawannya tidak loyal terhadap organisasi dan tampaknya mereka mengalihkan loyalitas pada institusi lain.
Apa variabel terikatnya????
2. variabel independen:
Sering disebut variabel stimulus, prediktor. Dalam bahasa indonesia sering disebut variabel bebas, yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Contoh:
a. Penelitian menunjukan bahwa keberhasilan pengembangan produk baru berpengaruh thd harga saham perusahaan, yaitu semakin sukse peluncuran produk baru, semakin tinggi harga saham perusahaan. Karena itu kesuksesan produk baru adalah variabel bebas dan harga saham perusahaan adalah variabel terikat

. Variabel moderator:
variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen.
Contoh:
Ditemukan bahwa hubungan antara ketersediaan buku pedoman referensi yang dapat diakses oleh karyawan perusahaan manufaktur dan produk cacat. Yaitu, jika pekerja mengikuti prosedur yang ditentukan dalam buku pedoman, mereka mampu menghasilkan produk yang tidak cacat.
C. Paradigma Penelitian
yaitu pola fikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis dan tekhnik analisis statistik yang akan digunakan.

Bentuk-bentuk paradigma penelitian kuantitatif:
1. Paradigma sederhana
paradigma penelitian ini terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
Bentuk-bentuk paradigma penelitian kuantitatif:
a. Jumlah rumusan masalah deskriptif ada dua, dan asosiatif ada satu, yaitu
1) Rumusan masalah deskriptif (dua)
a) Bagaimana X (kualitas iklan)
b) Bagaimana Y (barang yang terjual)
2) Rumusan masalah asosiatif / hubungan (satu)
Bagaimanakah hubungan atau pengaruh antara kualitas iklan dengan jumlah barang yang terjual
b. Teori yang digunakan ada dua, yaitu teori tentang iklan dan tentang penjualan
c. Hipotesis yang dirumuskan ada dua macam hipotesis deskriptif dan satu hipotesis asosiatif (hipotesis deskriptif sering tidak dirumuskan)
1) Dua hipotesis deskriptif:
a) Kualitas iklan yang dilakukan telah mencapai 70% dari yang diharapkan
b) Jumlah barang yang terjual telah mencapai 90% dari yang diharapkan
2) Hipotesis asosiatif
Ada hubungan yang positif antara kualitas iklan dengan jumlah barang yang terjual atau, bila kualitas iklan ditingkatkan maka akan menaikan penjualan.


. Teknik analisis data
Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut, maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis.
1) Untuk dua hipotesis deskriptif, bila datanya berbentuk interval dan ratio, maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample
2) Untuk hipotesis asosiatif, bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio, maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.

. Teknik analisis data
Berdasarkan rumusan masalah dan hipotesis tersebut, maka dapat dengan mudah ditentukan teknik statistik yang digunakan untuk analisis data dan menguji hipotesis.
1) Untuk dua hipotesis deskriptif, bila datanya berbentuk interval dan ratio, maka pengujian hipotesis menggunakan t-test one sample
2) Untuk hipotesis asosiatif, bila data ke dua variabel berbentuk interval atau ratio, maka menggunakan teknik statistik korelasi product moment.

. Paradigma sederhana berurutan
Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana




X1 = Kualitas bahan baku
X2 = Kualitas pengerjaan
X3 = Kualitas barang yang di hasilkan
Y = Kepuasan pembeli

Paradigma sederhana, menunjukan hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Untuk mencari hubungan antara variabel (X1 dg X2; X2 dg X3 dan X3 dengan Y) tersebut menggunakan teknik korelasi sederhana. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3, dengan persamaan Y = a + bX3.
Berdasarkan contoh 1 tersebut, berapa jumlah rumusan masalah deskriptif dan asosiatif?


. Paradigma sederhana berurutan
Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua variabel, tetapi hubungannya masih sederhana




X1 = Kualitas bahan baku
X2 = Kualitas pengerjaan
X3 = Kualitas barang yang di hasilkan
Y = Kepuasan pembeli

Paradigma sederhana, menunjukan hubungan antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen secara berurutan. Untuk mencari hubungan antara variabel (X1 dg X2; X2 dg X3 dan X3 dengan Y) tersebut menggunakan teknik korelasi sederhana. Naik turun harga Y dapat diprediksi melalui persamaan regresi Y atas X3, dengan persamaan Y = a + bX3.
Berdasarkan contoh 1 tersebut, berapa jumlah rumusan masalah deskriptif dan asosiatif?




. Paradigma ganda dengan dua variabel independen
Dalam paradigma ini terdapat lebih dari dua independen variabel dan satu dependen. Dalam paradigma ini terdapat 3 rumusan masalah deskriptif, dan 4 rumusan masalah asosiatif (3 korelasi sederhana dan 1 korelasi ganda)


Paradigma ganda dengan dua variabel independen X1 dan X2, dan satu variabel dependen Y. untuk mencari hubungan X1 dengan Y dan X2 dengan Y, menggunakan tekhnik korelasi sederhana. Untuk mencari hubungan X1 dengan X2 secara bersama-sama terhadap Y menggunakan korelasi ganda
4. Paradigma ganda dengan tiga variabel independen
Dalam paradigma ini terdapat tiga variabel independen (X1;X2;X3) dan satu dependen (Y). Rumusan masalah deskriptif ada 4 macam dan rumusan masalah asosiatif untuk yang sederhana ada 6 dan yang ganda minimal 1.






Paradigma ganda dengan tiga variabel independen yaitu X1;X2 dan X3. untuk mencari besarnya hubungan antara X1 dg variabel Y; X2 dg Y; X3 dg Y; X1 dg X2; X2 dg X3; dan X1 dg X3 dapat menggunakan korelasi sederhana. Untuk mencari besarnya hubungan antara X1 secara bersama-sama dengan X2 dan X3 terhadap Y digunakan korelasi ganda. Regresi sederhana dan ganda serta korelasi parsial dapat diterapkan dalam paradigma ini
Paradigma ganda dengan dua variabel dependen





X = tingkat pendidikan
Y1 = wawasan bisnis
Y2 = keberhasilan usaha

paradigma dengan satu variabel independen dan dua dependen. Untuk mencari besarnya hubungan antara X dan Y1 dan X dengan Y2 digunakan teknik korelasi sederhana. Demikian juga untuk Y1 dg Y2 analisis regresi juga dapat digunakan disini.
. Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen
Dalam paradigma ini terdapat dua variabel independen (X1;X2) dan dua variabel dependen (Y1 dan Y2). Terdapat 4 rumusan masalah deskriptif dan enam rumusan masalah hubungan sederhana. Korelasi dan regresi ganda juga dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel secara simultan.






Adalah paradigma ganda dua variabel independen dan dua variabel dependen. Hubungan antar variabel r1, r2, r3, r4, r5 dan r6 dapat dianalisis dengan korelasi sederhana. Hubungan antara X1 bersama-sama dengan X2 terhadap Y1 dan X1 dan X2 bersama-sama terhadap Y2 dapat dianalisis dengan korelasi ganda. Analisis regresi sederhana maupun ganda dapat juga digunakan untuk memprediksi jumlah tiket yang terjual dan kepuasan penumpang kereta api.

. Paradigma jalur





Paradigma jalur. Tekhnik analisis statistik yang digunakan dinamakan path analysis (analisis jalur). Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi dan regresi. Dalam paradigma itu terdapat emapt rumusan masalah deskriptif dan 6 rumusan masalah asosiatif.
Dinamakan paradigma jalur karena terdapat variabel yang berfungsi sebagai jalur antara (X3). Dengan adanya variabel antara ini, akan dapat digunakan untuk mengetahui apakah untuk mencapai sasaran akhir harus melewati variabel antara itu atau bisa langsung kesasaran akhir.
Dari gambar terlihat bahwa, murid yang berasal dari status sosial ekonomi tertentu X, tidak bisa langsung mencapai prestasi belajar yang tinggi Y (korelasi 0,33) tetapi harus melalui peningkatan motif berprestasinya X2 (r = 0,41) dan baru dapat mencapai prestasi Y (r = 0,50). Tetapi bila murid mempunyai IQ yang tinggi (X2) maka mereka langsung dapat mencapai prestasi (Y) dengan r = 0,57. contoh tersebut diberikan.



Meskipun hubungan tsb bisa dikatakan diyakini benar secara umum bagi semua karyawan, namun hal tersebut bergantung pada kecenderungan atau keinginan karyawan untuk membaca buku pedoman setiap kali sebuah prosedur baru diterapkan. Dengan kata lain, hanya mereka yang memperhatikan dan ingin menghasilkan produk yang tidak cacat.
. Variabel Antara (Intervening)
Yaitu variabel yang mengemukan antara waktu variabel bebas mulai bekerja mempengaruhi variabel terikat dan waktu pengaruh variabel bebas terasa pada variabel terikat. Dengan demikian, terdapat kualitas temporal atau dimensi waktu pada variabel antara. Variabel antara mengemukan sebagai sebuah fungsi variabel yang berlaku dalam situasi apapun, serta membantu mengonsepkan dan menjelaskan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat

1) Seberapa tinggi produktivitas kerja karyawan di PT. Nabilla?
2) Bagaimana sikap masyarakat terhadap adanya Bank Syariah di Kota Tasikmalaya?
3) Bagaimana aplikasi pembiayaan mudharabah di BRS Al Ghifari?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar